Lowongan Kerja Guru di Kinderworld montessori Preschool & Kindergarten

May 24, 2010

Kami membuka lowongan bagi yang berminat untuk menjadi guru dengan syarat sbb :

1. Wanita
2. Energik, kreatif, dan menyukai anak-anak
3. Pribadi yang menyenangkan dan komunikatif
4. Lancar dalam berkomunikasi bahasa Inggris dan juga menulis.
5. Menyukai tugas sebagai seorang guru.
6. Bertempat tinggal tidak jauh dari sekolah yang beralamat di Puri Indah blok D9 no.21-22, Perum Puri Indah – Jakarta Barat dan atau BSD City – Serpong

Apabila tertarik dan memenuhi kualifikasi diatas , silahkan ajukan CV anda disertai foto diri terakhir. Jangan lupa untuk memberikan indikasi lokasi sekolah yang diinginkan dan ditujukan  ke: kinderworldmg@gmail.com atau fax ke 5805088. Tujukan kepada: Principal Kinderworld Montessori.

Mengenai kami dapat di cek di : www.kinderworldmontessori.com


Daftar Preschool / Kindergarten/ Taman Kanak Kanak Jakarta Barat

April 1, 2009

KINDERWORLD MONTESSORI Preschool & Kindergarten. Jl. Pulau Kelor blok A2 – 5, Taman Permata Buana, Jakbar. Tel. 021-58301971, Fax. 021- 58302015. website: www.kinderworldmontessori.com

For the new school year 2011/2012, KINDERWORLD MONTESSORI Preschool & Kindergarten will move to new modern building at Jl. Pulau Kelor blok A2 no. 5, Taman Permata Buana, Jakarta Barat. Tel. 5830-1971 dan Fax. 5830-2015. Website: www.kinderworldmontessori.com

1. Al-Azhar. Jl. Taman Meruya Ilir Raya Blok F1, Meruya Utara, Kembangan, Jakbar. Tel. 5868726
2. Amore Prime School. Jl. Perum Metro Permata 1 blok H2 no. 30, Karang Mulya, Ciledug-Tangerang. Tel 7307025
3. Cambridge. Jl. Green Garden blok L1 no.6, Jakbar. Tel. 5827903
4. Central School. Jl. Kembangan Raya blok JJ, Puri Indah, Jakbar. Tel. 5806699
5. Global Nusantara School. Jl. Taman Meruya Blok L, Jakbar. Tel. 58902899
6. IPEKA. Jl. Green Ville blok SD & Puri Indah Raya blok I no. 1, Puri Indah, Jakbar. Tel. 5684244 (Green Ville) dan 5809003
7. Kawanan Domba Kecil. Jl. Taman Aries blok B3 no. 9-10. Tel. 5842293

8. KINDERWORLD MONTESSORI Preschool & Kindergarten. Jl. Kembang Sakti Timur 1 blok D9 no. 21-22, Puri Indah, Jakbar. Tel. 5805088, Fax. 5805087. website: http://www.kinderworldmontessori.com

9.  Lazuardi Cordova. Jl. Puri Kembangan Raya no. 18, Jakbar. Tel. 5803350

10. Little Jumps. Jl. Chrisant 2 no. 1-3, Kresek Raya-Duri Kosambi, Jakbar. Tel. 70711628

11. Sekolah Makarios. Jl. Raya Kembangan Baru no. 1, Kembangan. Tel. 5826967

12. Providentia. Jl. Kedoya Raya no. 35 (Green Garden). Jakbar. Tel. 5652477

13. Singapore PSB School. Jl. Pesanggrahan, Kebon Jeruk, Jakbar. Tel. 5845671

14. Saint John’s School Meruya.

15. Sekolah Bukit Sion. Jl. Taman Kebon Jeruk Intercon blok GA 1 , Kebon Jeruk, Jakbar. Tel. 58904181

16. Holy Angels. Jl. Aries Utama blok F11 no. 15A, Taman Aries, Jakbar. Tel. 5868322

17. Sekolah Pelita II. Jl. Macan no. 23-29, Daan Mogot, Jakbar. Tel. 5661707

18. Springfield. Jl. Pulau Sebaru L4/1, Taman Permata Buana, Jakbar. Tel. 58357830

19. Star Kids. Jl. Kavling DKI Blok 16/10, Meruya Utara, Jakbar. Tel. 5843785

20. Town For Kids. Jl. Kedoya Palma Raya blok FC/1, Taman Kedoya Baru, Jakbar. Tel. 5817726

21. Tutor Time. Jl. Puri Kencana Blok L7/1, Jakbar. Tel. 5811664

22. Happy Holy Kids Puri. Puri Garden Apartment Ground Floor. Jl. Raya Kembangan Selatan – Jakbar. Telp.:58359060


Kisah Sukses ala Malcolm Gladwell

January 30, 2009

Malcolm Gladwell dalam buku ketiganya “Outlier-The Story of Success” menunjukkan bahwa untuk menjadi orang yang sukses – kerja keras, kepandaian, otak yang encer saja tidak selalu menjadikan jaminan kesuksesan. Sukses juga tergantung pada lingkungan sosial yang sebagian bisa dikondisikan dan dikendalikan.

Gladwell menguji argumentasinya dengan beberapa kisah sukses yang paling dikenal oleh orang banyak. Salah satunya tentang 4 pemuda Liverpool-Inggris yang mengguncang jagat musik dunia.

Pada Febuari 1964, 4 pemuda yang tergabung dalam The Beatles itu manggung di Amerika Serikat, memulai apa yang disebut sebagai British Invasion ke arena musik AS dan mengubah wajah musik pop. Dunia langsung tergila-gila dengan mereka. Tetapi bagaimana sebenarnya jalan mereka mengibarkan diri jadi band tersukses sepanjang masa?

2 pentolan The Beatles, John Lennon dan Paul McCartney, telah bermain bersama sejak Juli 1957, yaitu 7 tahun sebelum menaklukan AS. George Harrison bergabung pada Maret 1958. Pada 1960, ketika reputasinya masih terlentang, mereka sudah diundang main di Harmburg, Jerman.

Waktu itu, Hamburg tidak punya klub musik rock n roll. Yang ada klub striptease, tulis Philip Norman dalam “Shout!” biografi The Beatles. Salah seorang pemilik klub striptease, Bruno Koschmider, punya ide untuk menampilkan pertunjukan yang beda: musik nonstop dengan penonton yang datang dan pergi. Tugas band yang main adalah menarik sebanyak mungkin pengunjung dan selama mungkin.

Kebanyakan band yang diundang main adalah dari Liverpool. Mengapa? Karena sewaktu Bruno ke London, dia kebetulan bertemu seorang entrepreneur asal Liverpool dan mendapat peluang mengirim band ke Hamburg, sang entrepreneur Liverpool itu suatu hari membawa The Beatles ke Bruno. Setelah itu, The Beatles sering main di Hamburg, tetapi tidak selalu di klub milik Bruno.

Klub di Hamburg pada awal 1960-an itu murahan. Akustiknya jelek dan bayarannya murah. Penontonnya juga tidak apresiatif. Jadi, apa yang membuat episode ini penting bagi The Beatles?

Hamburg jadi istimewa justru karena memaksa Lennon-McCartney-Harrison main 8 Jam/hari, 7 hari/minggu. Selama 1,5 tahun pada 1961-1962 saja, mereka harus main 270 kali. Dalam setiap show yang demikian panjang dan rutin, dengan penonton yang lalu-lalang, mereka harus selalu menampilkan sesuatu yang baru dan menarik.

Berapa banyak band di dunia ini yang beroleh peluang latihan luar biasa seperti itu? Mereka jelek sekali di panggung ketika pertama datang dan jadi sangat bagus ketika balik dari Hamburg. Mereka bukan cuma jadi terlatih staminanya. Mereka harus belajar banyak lagu cover version dari segala macam lagu yang bisa anda pikir, bukan hanya rock n roll, tapi juga jazz. Sebelum di Hamburg itu, mereka sama sekali tak disiplin di panggung. Setelah kembali, mereka tak ada duanya. Hamburg itulah proses yang menjadikan mereka hebat.


Teman si anak adalah aset bagi anak kita

January 12, 2009

Belum lama saya menghadiri reuni sekolah SMP St. Maria Fatima yang dihadiri oleh sekitar 30 teman teman yang telah tidak pernah bersua selama 25 tahun lamanya. Asyiik, menyenangkan dan masing-masing sibuk bertanya dan bercerita mengenai perjalanan singkat hidup kita masing-masing yang tidak jauh dari perjalanan pendidikan lanjutan, keluarga, dan karir. Ada yang menjadi pengusaha, guru, ibu rumah tangga, dokter specialist, profesional, pengacara, konsultan, dosen dll. Sisa 120 yang lainnya dari total 150 jumlah siswa SMP pada saat itu belum diketahui profesinya tetapi pada saatnya nanti semuanya diyakini dapat terkuak. Yang menarik adalah pembicaraan saya dengan salah satu kawan yang ternyata melakukan program pendidikan untuk anak-anaknya di rumah yang dikenal dengan sebutan “Home Schooling”. Salah satu alasannya adalah karena dia tidak puas dengan sistem pendidikan dan pola pengajaran yang ada dan yang sesuai dengan kemampuan finansialnya. Sang istri-lah yang mengawasi kegiatan belajar dari anak-anaknya setiap hari sedangkan sang ayah mengevaluasi hasil belajar setiap akhir pekan dan kemudian membuat program belajar bagi kedua anaknya untuk satu minggu kedepan. Sedangkan untuk materi pembelajaran didapat dari Christian Liberti Press yang tidak gratis tetapi memadai biayanya.

Saya semakin banyak menjumpai orang tua khususnya di Jakarta yang mempercayakan program pendidikan anaknya dengan home schooling dengan beragam alasan dari tidak puas terhadap pilihan yang ada, kemampuan finansial vs kualitas pendidikan yang diharapkan, sampai dengan kemampuan belajar sang anak yang tidak dapat diakomodasi oleh sekolah formal yang ada. Bahkan beberapa ortu membentuk semacam komunitas diantara mereka agar anak-anak mereka dapat berkumpul dan belajar bersama pada hari hari tertentu ditempat yang telah ditentukan, dimana hal ini dapat meminimalisir kekurangan dari program home schooling yaitu kurangnya pertemanan.

Sekolah adalah tempat dimana proses belajar mengajar terjadi. Disana anak-anak kita belajar dari para guru, belajar dan tukar menukar informasi dengan teman-temannya , belajar menjaga diri, belajar berkomunikasi dan bersosialisasi dengan teman teman, belajar sebab akibat dari proses pertemanan yang bisa berakibat sedih, marah, senang, kecut dlsb, belajar berkompetisi, belajar menerima kenyataan pahit salah satunya dari kekalahan dalam bermain, berkompetisi, bertanding dan masih banyak hal lainnya. Disamping itu, anak-anak pun dapat saling bertukar informasi mengenai perkembangan di luar sekolah seperti film yang sedang “in”, musik, gadget, dunia internet, game dan ini semua merupakan bagian dari proses pembelajaran bagi si anak.

Belajar tidak melulu mengenai belajar akademik, tetapi belajar juga berarti belajar mengenai life skills, belajar juga berarti belajar bersosialisasi dan untuk itu perlu dipraktekkan semuanya dari waktu ke waktu.

Disamping semua hal tsb semakin besar kesempatan anak-anak kita untuk mempunyai lebih banyak teman sekolah akan lebih baik. Karena teman teman sekolah akan menyumbang luasan social networking si anak nantinya. Semakin luas akan semakin besar kemungkinan dari teman teman  anak kita nantinya yang akan menjadi pengusaha sukses, dokter terkenal, arsitek terkenal, seniman mashyur, penyanyi top, pemerhati lingkungan tingkat dunia dll. Tidakkah ini semua akan membantu karir anak kita nantinya?


Tips Mengajar Bayi Membaca

January 5, 2009

Kegiatan mengajar bayi membaca dapat dilakukan sejak bahkan si bayi masih berumur 2 bulan. Berikut tips mengajar bayi membaca :

1. Lakukan kegiatan mengajar bayi membaca dengan hati ( ekspresif dan menarik).
2. Lakukan kegiatan mengajar bayi membaca dalam waktu yang singkat untuk menghindari kebosanan.
3. Lakukan kegiatan mengajar bayi membaca dalam kondisi dimana si bayi terlihat sedang gembira..
4. Bacakan cerita dari buku-buku yang sesuai dengan umurnya, seperti buku-buku bacaan yang bergambar dengan kalimat pendek.
5. Ucapkan setiap kata dengan suara yang jelas dan lafal yang benar.
6. Akhiri kegiatan mengajar bayi membaca dengan pelukan dan ciuman serta pujian kepadanya.

Dengan mengajarkan bayi membaca sejak dini akan membawa kepada sosok anak yang suka membaca nantinya. Jangan lupa kebiasaan membaca akan merupakan bekal yang kuat bagi si anak sendiri untuk menggali informasi sebanyak mungkin sesuai minatnya baik melalui buku-buku maupun internet. Tentu saja kemampuan membaca dalam bahasa inggris akan merupakan aset yang berharga karena hampir semua artikel yang bermutu disajikan dalam bahasa international tersebut.

Selamat menikmati kegiatan mengajar bayi membaca. Anda tidak akan menyesalinya.


Anak yang kreatif/creative untuk masa depan

June 20, 2008

Kreatifitas adalah masa depan! Pernah mendengar proverb : yesterday is history, today is a blessing, tomorrow is a mystery ? Semua dari kita hanya dapat menduga apa yang akan terjadi di masa yang akan datang, karena semuanya masih berupa misteri. Kalau demikian adanya, mengapa tidak kita bimbing anak2 untuk menjadi kreatif ?

Berlatih Musik, menggambar adalah beberapa cara untuk merangsang kreatifitas ditinjau dari brain anatomy yang merangsang belahan kanan otak kita. Dan kita tahu bahwa kreatifitas tidak hanya sebatas gambar, desain, menciptakan musik. Bagaimana dengan orang-orang yang kreatif dalam bertutur kata, orang yang kreatif dalam bernarasi cerita seperti JK Rowling pengarang cerita fantasi Harry Potter yang sukses besar dimana-mana dan menjadi wanita terkaya di Inggris. Mereka juga orang orang kreatif.

Ada beberapa hal untuk membimbing anak menjadi kreatif :

1.  mempersiapkan  infrastruktur yang baik sebagai contoh berlatih musik, menggambar, menulis kreatif dlsb.

2. dukungan lingkungan yang kondusif

3. Melatih sikap positif seperti : ” I can do” , “it can be done”, “No problem”, “if he can do it, i also can do it”, “believing that most problems can be solved”, “tidak takut dikatakan salah”, “selalu optimis” dlsb.

4. Melatih anak untuk selalu melontarkan pertanyaan yang produktif . Pertanyaan-pertanyaan seperti : ” kenapa?” , “Mengapa”, “Mengapa harus demikian”, “Kenapa tidak sebaliknya”, ” Apa yang akan terjadi apabila saya lakukan seperti ini…”, “Apa sebabnya hal itu bisa terjadi” dlsb.

Tentu saja yang termudah dan termurah dari semua itu adalah melatih anak untuk melontarkan pertanyaan yang produktif. Kalau memang mudah, mengapa tidak kita lakukan mulai dari sekarang?

 


Berkomunikasi dengan bayi !

June 15, 2008

Bayi anda berumur antara 0-3 bulan? Kesulitan untuk mengerti si dia sehingga seringkali dia menangis histeris? Bingung …apa yang dia inginkan atau apakah ada sesuatu yang membuat si dia tidak nyaman? Coba dengarkan kata-kata yang si dia ucapkan sebelum dia menangis. Beruntung, seorang ibu dari australia – Priscilla Dunstan membuat PR kita ringan. Berikut adalah bahasa bayi yang perlu disimak dan ditindaklanjuti:

“Neh” = I am so hungry ( lapar )

“Owh” = I am sleepy ( mengantuk )

“Heh” = Change me ( perlu mengganti diapers si dia)

“Eh” = Burp me ( sendawa , dengan cara menepuk perlahan bagian punggung si dia)

“Eairh” = I have wind ( ingin buang air besar )

Masih menurut Priscilla, apabila orang tua tidak merespons kata-kata si dia tsb, maka pada akhirnya dia akan stop menggunakannya. Sayang kan ?